Rabu, 09 Januari 2013

EXAMPLES OF HISTORIOGRAPHY



EXAMPLES OF HISTORIOGRAPHY


Period
Authors
Titles of Books
Discription
Streams
A. Classical
Ibn Jarir al-Tabari (w 923)
Akhbar al-Rasul wa al-Mulk
History of prophets & governments of four caliphs, Umayyads and Abbasids.
Political History (narative)

Abu Hayan Ali al-Mas’udi (w 956)
Muruj al-Dhahab wa Ma’adin al-Jawhar
Religious and Social tradition, art, science, philosophy, literature
Total History
(new history)

Ibn Hisyam, Ibn Ishaq, al-Waqidi
Sirah Ibn Hisyam, Al-Sirah & al-Maghazi
History of Muhammad based on poems, festivals, etc
Social History
(new history)

Ibn Khaldun
Muqaddimah, Kitab al-Ibar
Factors of rise and fall of states, civilization & culture; philosophical elements of history.
Social History
(new history)
B. Modern
Philip K. Hitti
History of the Arabs
Islamic history from the formative period of the Arab’s culture to the Ottoman empires in Turk
Political History
(narative)

E. Bosworth
Islamic Dynasties
Rise and fall of Islamic dynasties
Political History
(narative)

Marshal Hodgson
The Venture of Islam
The dynamic of Islam: social, culture, intellectual and politics.
Social History
(new history)

Ira M. Lapidus
A History of Islamic Societies
The dynamic of Islam.
Social History
(new history)






Ahmad Amin
Fajr Islam, Zuhr Islam & Dhuha al-Islam
Islam: its early history and roles in spreading civilization
Intellectual History
(new history)


Husain Haikal
Hayatu Muhammad
History of Muhammad the Prophet
Biography
(narative)


Badri Yatim
Sejarah Peradaban Islam
Islamic history (cronological) since Muhammad
Political cronology
(new history)


Hamka
Sej Umat Islam, Sej Daulah Umayah & Abbasyiah
Narative story of ummah in classical period
Political History, no analysis found
(narative)

Azyumardi Azra
Jaringan Ulama
Illustrates networks of middle eastern and Malay-Indonesian Ulama in the 17th & 18th centuries and its impacts to the Islamic intellectual tradition
Total History, Intellectual History
(new history)

Fuad Jabali
The Companions of the Prophet: a Study of Geographical Distribution & Political Alignments
Examines how political groupings or alignments among the companions happened.
Social & Intellectual History
(new history)



Some Recommended Books

  1. Abdullah, Taufik and Abdurrahman Surjomihardjo. Ilmu Sejarah & Historiografi: Arah dan Perspektif (Jakarta: Gramedia, 1985).
  2. -------. Nasionalisme & Sejarah (Bandung: Satya Historika, 2001).
  3. Bedarida, Francois. The Social Responsibilityof the Historian (Providence, Oxford, 1994).
  4. Braudel, Fernand. On History (Chicago: The University of Chicago, 1980).
  5. Burk, Peter, ed. New Perspectives on Historical Writing (Cambridge: Polity Press, 1995).
  6. Febvre, Lucien. A New History (New York: Harper, 1973).
  7. Fukuyama, Francis, The End of History and the Last Man (New York: The Free Press, 1992).
  8. Hakim, Sudarnoto Abdul, ed. Islam dan Konstruksi Ilmu Peradaban dan Humaniora (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2003).
  9. Hamerow, Theodorose S.Reflections on History and Historian (Madison: The university of Wisconsin Press, 1987).
  10. Humphreys, R. Stephen. Islamic History a Framework for Inquiry (Princeton, New Jersey: Princeton University Press, 1991).
  11. Jabali, Fuad. “The Companions of the Prophet a Study of Geographical Distribution and Political Allignments” (Leiden: E.J. Brill, 2003).
  12. Kartodirdjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah (Jakarta: Gramedia, 1993).
  13. -------. Indonesian Historiography (Jakarta: Penerbit Kanisius, 2001).
  14. -------.Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif (Jakarta: Gramedia, 1982).
  15. Kuntowijoyo. Metodologi Sejarah (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1994).
  16. Lloyd, Cristopher. The Structures of History (Oxford, UK: Blackwell, 1993).
  17. -------.Explanation in Social history (Oxford: Basil Blackwell, 1986).
  18. Saefuddin, Didin. “Penulisan Sejarah Islam: Dari Zaman Klasik Hingga Modern,” al-Turats, Vol. 7 No. 12 (Juli 2001): 13-20.
  19. Stern, Fritz. The Varieties of History (New York: Vintage Books, 1973).
  20. Tilly, Charles. As Sociology Meets History (Orlando, Florida: Academic Press, 1981).
  21. Yatim, Badri. Historiography Islam (Jakarta: Logos, 1997).
  22. -------.”Metodologi dan Pendekatan Kajian Sejarah Islam” al-Turats, Vol. 7, No. 12 (Juli 2001): 1-12.

Selasa, 08 Januari 2013

Rukun Nikah



RUKUN NIKAH
Segala sesuatu yang berkaitan dengan aturan pasti memiliki rukun yang harus dilaksanakan oleh orang yang akan melakukan hal-hal tersebut. Dalam islam semua yang berkaitan dengan ibadah, baik ibadah mahdhah (sudah baku) maupun ibahdah ghair mahdhad (tidak ada ketetapan, yang ada hanya perintah), semuanya memiliki rukun, tidak terkecuali dengan nikah, karena nikah termasuk juga ibadah dalam Islam. Bahkan mungkin ibadah ini termasuk ibadah yang paling nikmat dibandingkan dengan ibadah yang lainnya.  
Berbicara rukun nikah sepertinya bukan hal yang asing, karena hal ini selain sakral, juga sering dilakukan pemberitahuan oleh penghulu atau naib sebelum akad nikah berlangsung. Sehingga jika orang yang menghadiri mau jeli akan dengan mudah mengingat hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan termasuk di dalamnya rukun nikah.
Para ulama bersilang pendapat tentang rukun nikah, ada yang mengatakan wali atau saksi tidak termasuk rukun nikah. Namun hal itu tidak mengurangi penulis untuk menyajikan rukun nikah yang dituangkan dalam makalah ini.
Rukun nikah yang diadopsi di Indonesia ini adalah pemikiran Imam al-Syafi’i, seorang ulama termasuk mujtahid muthlak, yang populer dengan dua pemikirannya, yaitu kaul kodim dan kaul jadid. Terkenal juga dengan filosofinya, air yang mengalir, komentarnya “jika air mengalir menjadi sumber kehidupan, tetapi jika diam menjadi sumber penyakit”.
Oh sobat hampir lupa, tadikan mau bicara rukun nikah, terlalu banyak ngomong, ya. Baik sobat rukun nikah yang akan penulis tuangkan di sini adalah rukun nikah yang ditetapkan oleh imam al-Syafi’i, suatu ketetapan yang menjadi tolok ukur di negeri ini, yakni ketetapan rukun nikah.
Rukun nikah
1.       Pengantin laki-laki
2.       Pengantin perempuan
3.       Ijab (memasrahkan)
4.       Kabul (menerima)
5.       Dua saksi
6.       Wali
Oh ya, sobat dalam keseharian kita sering menyaksikan orang yang sedang melaksanakan akad nikah. Biasanya sebelum melaksanakan, sebelumnya mengucapkan dua kalimat syahadat dulu. Tentu pembaca bertanya, kenapa hal itu gak dimasukan dalam pembahasan rukun nikah, padahal sering dilakukan pernikahan. Ya tentu karena hal itu bukan rukun nikah, melainkan ketetapan ulama syafi’iyah, komentarnya sunnah sebelum melakukan pernikahan mengucapkan kalimat dua syahadat tadi. 

SHALAT DUHA



SHALAT DUHA
Shalat duha adalah shalat yang dilaksanakan di waktu dhuha, dan waktu dhuha terjadi dimulai sejak ketinggian matahari sudah mencapai sekitar satu tombak dari asal terbitnya, sampai batas waktu kailulah (istirahat). Yakni sekitar satu jam sebelum dhuhur berlangsung.
Shalat dhuha dilakukan setiap hari (sunah) sekurang-kurangnya dua rakaat. Adapun batas maksimalnya, antara ulama bersilang pendapat. Ulama fiqih misalnya memahami jumlah maksimal shalat dhuha adalah 8 rakaat, sementara ulama hadis memahami 12 rakaat (Iqna, syarah Fath al-Qarib).
Hukum shalat dhuha adalah sunah muakad, yakni sangat dianjurkan. Dengan shalat dhuha selain mendapatkan pahala diakhirat, juga pahala di dunia berupa dimudahkan urusan rizki.
Bagi orang yang mau terhindar dari penyakit miskin lebih-lebih faqir, sebaiknya jangan ketinggalan shalat dhuha. Bukankah setiap orang tidak mau hidupnya memasuki wilayah kemiskinan, atau kefakiran, karena hal tersebut dapat mendorong seseorang terbawa hanyut pada kedua penyakit tersebut.  
Ohya sobat,...pada tulisan ini sengaja penulis tidak menuliskan tata cara shalat dhuha, karena hal itu sudah banyak di tulis oleh orang lain. Pada penulisan blog ini penulis lebih suka pada tataran pemikiran (teoritis). Hal-hal yang sifatnya praktis penulis berkeyakinan sudah banyak menulis pada web, blog dan sejenisnya.

Rabu, 02 Januari 2013

SOAL FILSAFAT SUSULAN

SOAL FILSAFAT SUSULAN

8.  Al-Farabi seorang tokoh filsafat muslim yang populer, tetapi dalam filsafatnya terpengaruh oleh Plato dan Aristoteles. Di sisimana Al-Farabi dipengaruhi oleh kedua tokoh tersebut?
9. al-Farabi mencoba mengkompromikan dua tokoh filosuf Yunani, yakni Plato dan Aristoteles, bagaimana cara al-Farabi dalam mengkromikan dua tokoh tersebut?
10. “Manusia” Bagapaimana medis, psikologi, sosiolagi, dan filsafat Islam dalam melihat manusia?  

Ceramah Maulud