Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

GURU dan PLPG

Sangat menyedihkan, seorang guru yang sudah kuliah selama 4 tahun, ketika hendak mengajar harus mengikuti pelatihan mengajar, dengan sebutan populer PLPG (pelatihan pendidikan guru). Kalau kita mau jujur, secara logika sarjana keguruan sudah kenyang belajar cara mengajar, karena dari awal sudah dicanangkan atau disiapkan menjadi tenaga pengajar. Namun entah kenapa pemerintah membuat aturan harus PLG semua guru. Kalau seorang guru yang latar belakangnya bukan keguruan, misalnya dia seorang sarjana ekonomi, kemudian dia mengajar, nah yang seperti ini sangat rasional dia mengikuti PLG, kenapa, karena secara keilmuan ekonomi dia mumpuni, tetapi dari sisi metode mengajar lemah.

Dari fenomena seperti ini melahirkan kecurigaan, yang melahirkan prasangka. Hemat penulis, ada beberapa kemungkinan tentang PLG
1. Pemerintah tidak percaya kepada Fak Keguruan, yang mengajarkan bagaimana cara mendidik, sehingga pemerintah mengambil tindakan untuk, dengan diadakannya program PLG.
2. PLG sebuah proyek untuk mengelabui tindakan yang kurang baik.
3. Pemerintah sudah mencium, banyak Perguruan tinggi khususnya dibidang pendidikan mengadakan kelas jauh, yang tentunya akan melahirka belajar mahasiswa kurang efektif.


Pada akhirnya, saya hanya berharap semoga Program PLPG, betul-betul sebuah program yang tidak bertentangan dengan nurani.

Saya juga percaya pada guru, jika ilmunya banyak, masalah metode akan lahir dengan sendirinya, karena metode mengajar sebenarnya lahir akibat analisis guru terhadap siswa.   

 

Senin, 21 Oktober 2013

MENGAJAR DI GUNADARMA


Pada tanggal 23 September 2013 aku tercatat sebagai dosen luar biasa. Dosen luar biasa yang dimaksud adalah dosen tidak tetap. Dunia ngajar bukan hal yang asing bagiku, karen sudah bertahun-tahu aku sudah terbiasa mengajar, yang membedakan hanyalah waktu dan tempat. 

Sebagaimana kata pepatah lain lalang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Demikian juga tempat ngajar saya yang sekarang. Di sini saya menemukan hal-hal yang tidak pernah ditemukan sebelumnya. 

Hal-hal yang baru yang dapat aku temukan di kampus ini rata-rata pekerjanya adalah perempuan. bahkan termasuk dosennya di dominasi oleh kaum hawa. 

Kamis, 17 Oktober 2013

KANCIL DAN ANGGUR


Se-ekor kancil melihat kebun anggur yang dipenuhi dengan anggur-anggur yang berbuah lebat sangat tertarik ingin segera mencicipi buah anggur yang terlihat matang-matang semua. Namun, santangat di sayangkang, kancil tidak bisa masuk ke kebun tersebut karena kebun tersebut sudah dipagar dan sangat rapi.

Sebenarnya kancil dapat masuk andai saja perutnya sedikit mengempes, karena kepalanya kancil bisa masuk di sela-sela pagar tersebut. 

Kancil memang terkenal sangat cerdik. Untuk itu dia segera memutar otaknya, agar secepatnya bisa masuk ke dalam kebun, dan menyicipi anggur-anggur yang enak. Dalam renungannya kancil mendapatkan ide yang sangat berlian, mungkin ini yang dimaksud dengan pengetahuan yang didapat lewat intuisi, yang biasa terjadi pada filosuf sekarang terjadi pada kancil. Dalam renungannya sangkancil tersenyum merekah, fikirnya, saya dapat masuk ke dalam kebun tersebut kala saja perut saya keci. Rupanya sangkancil pandai meng-identifikasi masalah, laksana mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Setelah diidentifikasi, lantas dirumuskan masalah tersebut oleh sangkancil. Dari rumusan masalah tersebut sangkancil menemukan jawaban, menurutnya saya akan masuk kalau perut sedikit dikempesin. Nah perut bisa kempes jika saya berpuasa.

Puasalah sangkancil, hari demi hari semakin nampak usahanya membuahkan hasil. Singkat cerita perut sang kancil sudah kempes. Setelah yakin perutnya kempes, kancilpun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan senang hati segera loncat menerobos sela-sela pagar, dan ternyata kancil bisa masuk ke dalam kebun tersebut. Setelah di dalam, bercampur dengan rasa senang hati kancilpun segera melahap anggur-anggur yang sudah menanti, sampai tidak sadar anggur yang dimakannya begitu banyak, dan tampa sadar perutnya pun membuncit kembali. Setelah kenyang sangkancil ingin segera meninggalkan kebun anggur tersebut. Namun apa yang terjadi ternyata kancil tidak bisa keluar, pasalnya perutnya sudah buncit kembali. Wal hasil kancilpun harus puasa lagi agar dapat keluar dari kebun tersebut.

KEJENUHAN


Tidak selamanya perjalan hidup ini berjalan dengan mulus. Niat yang dapa awalnya menggebu-gebu harus kendur karena berbagai alasan atau mungkin tidak beralasan. Kondisi seperti ini penulis merasa yakin dialami setiap orang: kesal, jenuh, bosan, dan lain sebagainnya. Namun ini bagian dari kehidupan, yang tentunya akan dialami oleh setiap yang hidup. Hanya saja tidak diperbolehkan kita berputus asa dalam menjalaninya. Ketika kita dihadapkan pada kondisi seperti ini, ingatlah bahwa kita tidak sendiri menghadapi kondisi peperti ini. Semua orang akan dihadapkan pada persoalan yang besar dengan forsi yang berbeda. 

Tulisan ini penulis angkat, disaat penulis menghadapi kejenuhan. Segala rencana yang diawali penuh dengan semangat laksana api yang akan membakar gedung, menjadi kendur karena tersiram hujan. Penulis hanya berusaha mengobati diri, karena tidak ada obat yang ampuh kecuali motivasi yang lahir dari diri sendiri.

Penulis yang selma 2 tahun dihantam dengan berbagai persoalan kampus, karena harus cepat menyelesaikan studi yang waktunya relatif sinkat. Setelah selesai penulis bisa mengajar di beberapa universitas, tetapi pada saat-saat tertentu penulis merasa bosan dengan dunia pendidikan, yang terkadang tidak sesuai dengan idealisme penulis. 

Tuhan di sini mungkin penulis diajarkan untuk kembali pada dunia awal, yaitu dunia spiritual yang selalu menentramkan hati. Dunia pendidikan yang semu semakin hari semakin terasa. Napas sesak bagaikan orang yang kena penyakit asma. Oksigen terasa menyempit, seakan tak ada ruang untuk hidup yang bebas dengan bebas menuangkan rasa idealisme. 


 

Ceramah Maulud