Kamis, 06 Juni 2013

MENYUAP

GAJI HASIL DARI MENYUAP 


Ironis mendengarnya, jika suatu pekerjaan, atau jabatan didapatkan dengan cara menyuap. Hal ini tentu akan melahirkan penurunan kualitas pekerja atau pejabat, karena dia dapat masuk pada lingkaran jabatan atau pekerjaan bukan karena kualitas, tetapi karena menyuap. 

Perbuatan dosa dirasakan akibatnya oleh pendosa itu biasa, dan semestinya. Persoalnnya, bagaimana perbuatan dosa dirasakan akibatnya oleh orang lain, atau keluarganya? Padahal orang lain tak berbuat, begitu juga dengan keluarga, tetapi kenapa harus ikut serta merasakan akibat dari dosa itu. Inilah yang dalam bahasa al-Qur'an adalah fitnah. Yakni tidak melakukan tetapi ikut serta mersakan bencana. 

Kaitannya dengan suap menyuap adalah suatu perbuatan yang dilakukan sendiri akibatnya harus melibatkan orang lain. Paling menyakitkan anak yang tidak tahu apa-apa harus ikut serta kena dampaknya. Salah satu dampak dari perbuatan dosa menyuap adalah penyenyuap dalam setiap gajian menerima gaji yang haram, karena hasil cara masuk kerja menyuap. Gaji yang haram diberikan kepada anak, ini akan berakibat fatal. Anak akan menjadi nakal, tidak menghormati orang tua, dan lain sebagainnya. Untuk itu tidak berlebihan jika Islam memposisikan penyuap dan yang disuap masuk neraka, baik neraka dunia lebih-lebih neraka akhirat.

Hindarilah perbuatan menyuap, jika kita ingin hidup yang menentramkan. Buat apa harta berlimpah jika kehidupan rumah tanggannya menjadi neraka. Ketentraman tidak diraih, bukankah tujuan rumah tangga untuk mewujudkan kehidupan yang sakinah. Dapatkah rumah tangga dibangun di atas nafkah yang haram?

Tidak ada komentar:

Ceramah Maulud